Minggu, 07 Agustus 2011

Valentino Rossi.


MOTORCYCLENEWS
Pebalap Ducati, Valentino Rossi.
TERKAIT
Performa Valentino Rossi dalam debutnya bersama Ducati pada MotoGP musim 2011 ini jauh di luar ekspektasi publik. Alih-alih menjadi favorit juara dunia, "The Doctor" malah tersingkir dari persaingan untuk memperebutkan podium dalam setiap balapan yang sudah memasuki seri ke-10.
Meskipun demikian, kubu Ducati tetap optimistis Rossi bisa bangkit dan membawa tim Italia tersebut merengkuh prestasi terbaik. Hal tersebut diungkapkan oleh bos kru Rossi, Jerry Burgess, yang menyadari bahwa mereka sudah salah menduga tentang kebangkitan Honda, yang justru saat ini sangat impresif.
Memang, raihan Rossi, yang hengkang dari Yamaha pada akhir musim lalu, dan para pebalap Honda sangat bertolak belakang. Ketika juara dunia tujuh kali MotoGP ini sangat kesulitan untuk berjuang naik podium--hanya satu kali dari 10 seri--, para pebalap Honda justru menguasai podium MotoGP 2011 ini. Tim Jepang tersebut sedang menikmati masa terbaiknya di era 800cc, karena sudah tujuh kali menjadi pemenang dan selalu berada naik podium sejak awal musim. Ini adalah hasil terbaik sejak 2007.
Berbicara kepada MCN, Burgess mengatakan: "Saya pikir kami meremehkan sejumlah perbaikan yang dilakukan lainnya. Casey telah mengangkat potensi semua pebalap Honda. Casey sudah memperlihatkan secara jelas bahwa dia pebalap tercepat dan teratas. Hanya nasib sial saja yang membuatnya gagal menjadi juara dunia."
Burgess mengatakan, kesulitan utama Ducati saat ini adalah pemahaman tentang inovasi konsep sasis fiber karbon.
Loris Capirossi baru-baru ini pernah mengatakan kepada bahwa Ducati sudah melakukan sebuah perubahan radikal, dan menurutnya, sudah ada permintaan agar Desmosedici menggunakan rangka alumunium yang konvensional.
Burgess menambahkan: "Anda tidak pernah berharap hal itu mudah dan Ducati sudah keluar dari pakem itu untuk membangun sebuah motor yang cukup berbeda dengan yang lainnya dalam hal sasis. Tidak banyak pengalaman dan informasi yang diperoleh, termasuk bagaimana cara kerjanya, sehingga kami harus melihat sekeliling tanpa apapun dari Ducati untuk melakukan perbandingan. Kira-kira kami berada dalam posisi netral. Dulu mereka sudah membuang kesempatan sehingga hasilnya tidak konsisten, tapi itu mungkin bukan cara yang ideal.
"Saya pikir jika anda melihat hasil Ducati pada tahun-tahun sebelumnya di MotoGP, ada dua pebalap dalam diri Loris dan Troy (Bayliss) yang keduanya punya kemampuan finis di posisi empat besar. Motornya mungkin lebih relevan dengan kompetisi saat itu. Itu adalah motor yang menurut saya lebih mudah dikendarai. Seiring berjalannya waktu, entah bagaimana kami telah menyimpang jauh dari apa yang saya inginkan saat balapan. Karena itu sekarang kami akan membuat motor yang mana orang lain bisa menunggangnya tanpa pebalap yang spesifik."




sumber:http://otomotif.kompas.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates